Banner 468 x 60px

 

Indonesia Bumi Upeti

0 komentar

Indonesia, Bumi Upeti
Oleh : arina widda faradis
Tuhan, ku yakin Kau pasti mendengarku
Ku ingin membuncah mengadu …

Bantaran permadani yang luas nan hijau              
Tarian ombak indah yang biru
Pula kicauan burung yang merayu
Kini tak lagi ku temui

Tuhan lihatlah,
Mereka mengkebiri pepohonan
Mereka meluluhlantakkan lautan
Mereka pula yang memangkas habis pegunungan

Tuhan .. langit Nusantara sempat berbisik,
Luhurku adalah pelaut Khatulistiwa
Dihantarkannya kabar suka dikala bersandar
Tentang lentingnya ombak laut yang merona
Terbalut dengan eloknya terumbu karang liar
Jua dengan liuk-liuk sejuta ikan berpora-ria
Tapi Tuhan, indahnya kabar itu tak mampu kudapati hari ini
Tegakah kabar itu hanya sepucuk bualan ??

Oh Tuhan, aku ingin berkisah pada-Mu
Sempat terkenang di masa lalu,
Kugoreskan tinta penaku pada rerumputan dan langit biru
Terhiasi gunung-gunung yang menjuntai tinggi
Jua dengan keagungan matahari yang bersembunyi

Dan kala ku tanyakan pada guruku,
Tuturnya cerminkan indahnya jagad ini
Namun kembali kuragu
Karna kenyataan yang tak kudapati

Tuhan, Kau pasti melihat kolong-kolong yang menadah pada langit
Kolong-kolong yang meringkik lirih dalam heningnya malam yang terhimpit
Kolong-kolong yang sepi nan tak berpenghuni
Penambang yang keji, telah lancang melucuti

Tuhan,
Lihatlah tangan rakus itu
Tangan yang penuh ego itu
Tangan itu picik Tuhan …
Tangan itu tak perdulikan umat-Mu
Tangan-tangan itulah yang berhalakan keagungan-Mu
Tangan-tangan nafsu upeti tanpa harga diri

Dan yang perlu Kau pahami ..
Wakilmu di tanah ini,
Tak selalu memihak kami
Indonesia, Bumi Upeti

0 komentar:

Posting Komentar

Garuda untuk PPWNI-Malaysia

Garuda untuk PPWNI-Malaysia Tepat 399 hari lalu, pertama kali saya menginjakkan kaki di sebuah pemukiman yang mayoritas adalah s...

 
Setapak Arina © 2019